LENSAPOST.NET – PSIS Semarang gagal memenuhi bidikannya untuk dapat mencatat kemenangan di laga pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/26. Bermain di kandang sendiri di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (17/1) malam, Laskar Mahesa Jenar kalah telak 0-3 dari Deltras FC.
Tiga gol yang bersarang ke gawang PSIS di laga itu dicetak oleh Neville Mbanwei menit ke-10 dan 84 serta Kaka Reda 90+8. Sebuah hasil yang tentunya sangat mengecewakan termasuk bagi pendukung PSIS yang punya ekspektasi tinggi untuk kebangkitan tim kesayangannya.
Kekecewaan tentunya membalut karena di laga kali ini, PSIS sudah dapat menurunkan pemain-pemain baru termasuk pemain asing yang dinilai punya kelas mumpuni untuk mendongkrak permainan tim.
“Pertandingan ini sudah kami akhiri. Ini hasil negatif, kami kalah dan sudah bekerja keras. Hasil pahit ini tentu tanggungjawab saya sebagai pelatih kepala. Ini sangat tidak positif,” kata pelatih PSIS, Jafri Sastra.
Menurutnya, tim mencoba untuk bangkit di babak kedua setelah setelah tertinggal di babak pertama.
“Babak kedua, kita cari solusi untuk mengganti pemain yang lebih segar. Harapannya bisa jadi pembeda, tapi justru terbalik. Kita sudah bekerja keras tapi kurang disiplin di lapangan. Melakukan skema seperti apapun seperti yang dilakukan saat latihan, tapi tidak muncul di pertandingan,” dia menegaskan.
Dia menambahkan, tim akan benar-benar melakukan evaluasi kembali. “Evaluasi Apa yang harus kita benahi karena lawan berikutnya adalah dua tim yang ada diatas. “Mereka (Persela Lamongan dan Kendal Tornado FC) ada di papan atas, pasti akan lebih bekerja keras dan ini yang harus kita antisipasi lagi nanti. Semoga tidak terulang lagi seperti apa yang kami jalani di laga lawan Deltras FC kali ini,” ucap Jafri Sastra lagi.
Kekalahan menyakitkan pada pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/26 ini membuat posisi PSIS juga masih dalam kondisi terjepit.
Saat ini, tim kebanggaan warga Semarang tersebut masih tertahan di peringkat ke-9 dengan baru mengoleksi delapan poin. Artinya memang PSIS masih jauh dari kata aman dalam perjalanan persaingan di Grup 2 atau Grup Timur.











