Demokrat Aceh Teguhkan Kembali Nilai Politik Santun Warisan SBY

Kader Partai Demokrat Aceh mengikuti kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) Tahun 2025

LENSAPOST.NET — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh membekali kadernya melalui pendidikan politik guna meneguhkan kembali nilai politik santun, beretika, dan berempati yang diwariskan pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Aceh, HT Ibrahim, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin partai, melainkan upaya memperkuat jati diri Demokrat sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai etika dan kedekatan dengan rakyat.

“Politik yang ditekankan Demokrat adalah politik beretika, politik santun seperti yang diajarkan Bapak SBY sejak awal. Nilai itu kami tanamkan kepada kader dan masyarakat,” kata HT Ibrahim dalam kegiatan Meneguhkan Komitmen Demokrasi dalam Perjuangan Kader Partai Demokrat di The Pade Hotel, Jalan Soekarno – Hatta No. 1, Desa Daroy Kameu, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu 27 Desember 2025.

Dalam kegiatan yang diikuti pengurus partai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota ini, setiap DPC mengirimkan empat perwakilan: ketua, sekretaris, bendahara, serta ketua badan pemenangan. Pengurus tingkat provinsi dan kader yang duduk di DPRA maupun DPRK juga turut dilibatkan.

Ibrahim yang juga anggota Komisi XIII DPR RI menjelaskan, pendidikan politik tersebut menghadirkan pemateri dari berbagai unsur, mulai pemerintah, birokrat, akademisi, hingga politisi, dan akan berlangsung selama dua hari.

Di tengah situasi bencana yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Demokrat memastikan kegiatan tetap berjalan tanpa euforia berlebihan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat.

“Kita tidak boleh euforia karena sedang dalam situasi musibah. Namun kegiatan ini tetap dilaksanakan karena merupakan agenda resmi. Yang terpenting, nilai politik santun dan empati tetap dijaga,” ujarnya.

Selain pembekalan materi, Ibrahim juga menekankan pentingnya kader Demokrat turun langsung ke lapangan membantu masyarakat. Hal tersebut, katanya, merupakan bagian dari politik kerakyatan yang sejak lama menjadi napas perjuangan Partai Demokrat.

“Anggota DPR, baik DPR RI maupun DPRA, wajib turun ke lapangan membantu rakyat dan melaporkan kegiatannya ke DPP,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Andry Agung menyebutkan, pendidikan politik ini merupakan amanat undang-undang yang wajib dijalankan partai politik. Kegiatan dikhususkan bagi kader internal Partai Demokrat Aceh tahun 2025 dengan peserta dari 23 DPC kabupaten/kota.

“Tema yang diangkat adalah meneguhkan komitmen demokrasi dalam perjuangan kader Partai Demokrat. Fokusnya penyamaan persepsi tentang demokrasi, baik secara internal maupun eksternal,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan DPP Partai Demokrat, di antaranya Kepala Badan Saksi Nasional Ilham Mendrova dan Kepala Badan Komunikasi Strategis Herzaki Mahendra Putra, serta pemateri dari kalangan akademisi dan jurnalis.

“Kami ingin kader memahami demokrasi secara utuh dan tetap berpegang pada nilai politik santun yang menjadi ciri khas Partai Demokrat,” tutup Andry. []