LENSAPOST.NET – Jalur perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara di kawasan Kem dan Gunung Salak terus dipadati ribuan penyintas bencana longsor dan banjir. Para warga yang melintas umumnya kelelahan dan banyak di antaranya membutuhkan layanan medis darurat.
Kondisi ini membuat kebutuhan pendirian posko kesehatan di jalur tersebut semakin mendesak.
Ketua Posko Rakyat, Mahlizar, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan relawan di Desa Kem, Kecamatan Permata, banyak pejalan kaki yang mengalami kelelahan berat hingga mengalami gangguan kesehatan.
“Lalu lalang orang sudah seperti pasar. Tidak sedikit warga yang sakit karena medan yang sangat berat, jalan setapak berlumpur hingga ke lutut,” ujarnya kepada wartawan, Jumat 12 Desember 2025 lewat keterangan tertulis.
Sejak beberapa hari terakhir, Desa Kem menjadi pusat perhatian karena menjadi satu-satunya jalur darat yang bisa dilalui masyarakat dari Aceh Tengah, Bener Meriah, dan wilayah sekitar untuk mencapai Aceh Utara.
Warga terpaksa melakukan perjalanan berat sejauh 10 kilometer untuk mencari BBM, sembako, serta kebutuhan penting lainnya.
Banyak dari mereka adalah ibu-ibu, lansia, dan warga yang harus keluar daerah untuk urusan mendesak. Sebagian warga bahkan memilih menjadi kuli panggul, mengangkut BBM dan barang kebutuhan di jalur berlumpur sebelum bisa dipindahkan ke kendaraan roda empat.
Meski alat berat Pemkab Bener Meriah telah dikerahkan, jalur KKA Bener Meriah–Aceh Utara baru bisa dilewati sepeda motor tertentu dan itu pun dengan risiko tinggi. Jalan baru yang dibuka masih berlumpur dan belum memungkinkan dilalui kendaraan roda empat.
Hingga Kamis, 11 Desember 2025, enam unit alat berat milik Pemda dan masyarakat bekerja dari arah Bener Meriah. Sementara empat unit alat berat bantuan BNPB mengerjakan sisi Aceh Utara. Titik longsor masih aktif, akses komunikasi dan listrik juga mengalami gangguan.
Pemerintah Aceh memperpanjang status darurat bencana selama 14 hari, mulai 12–25 Desember 2025. Gubernur menegaskan langkah ini penting untuk memastikan penanganan lintas sektor, terutama di wilayah pegunungan seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, serta kawasan yang akses logistiknya masih terisolasi.
Melihat kondisi warga yang terus melintas dalam keadaan lelah dan rentan sakit, Posko Rakyat meminta pemerintah dan pihak terkait segera mendirikan posko kesehatan.
“Posko tenaga medis sangat diperlukan di sana. Kami mengajak semua pihak untuk segera menyiapkan posko kesehatan,” harap Mahlizar. Ia menambahkan bahwa relawan Posko Rakyat juga tengah berupaya menghadirkan tenaga kesehatan untuk siaga di lokasi.
Mahlizar menegaskan mereka terus menggalang dukungan dari dermawan dan berbagai pihak guna membantu warga yang terdampak.
“Kami akan terus berupaya sekuat tenaga agar Dataran Tinggi Gayo segera pulih dan bangkit dari musibah ini,” ujarnya.












