Banda Aceh Dihantam Krisis Gas dan Listrik

Mati Listrik (Shutterstock)

LENSAPOST.NET– Warga di sejumlah kawasan Banda Aceh kembali mengeluhkan kelangkaan gas elpiji dan pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama pascabencana banjir di tanah rencong.

Dalam beberapa titik, listrik bahkan hanya menyala 24 jam setelah padam selama tiga hari berturut-turut.

Kondisi terparah dialami warga di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, yang mengaku listrik kembali padam tak lama setelah menyala sebentar pada Selasa 9 Desember 2025 malam.

Situasi ini makin menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama kebutuhan memasak dan kegiatan usaha kecil.

Gas 3 Kg dan Non-Subsidi Sama-Sama Langka

Sejumlah warga menyebut gas elpiji 3 kg maupun non-subsidi sangat sulit ditemukan. Pangkalan tak mendapat pasokan, sementara kios pengecer juga mengaku tidak memperoleh suplai.

Menurut pantauan Lensapost.net, sejak pukul 06.00 WIB pada Rabu (10/12), ratusan warga terlihat mengantre di kawasan Pasar Tani Lampineng, Banda Aceh, berharap ada distribusi gas. Namun hingga pukul 10.00 WIB, tidak ada truk pengangkut elpiji yang tiba.

Hana gas uroe nyo. Kamo kalheh tanyong bak petugas, hanya sembako saja,” ujar salah satu warga yang akhirnya memilih pulang.

80 tahun merdeka mantong lagenyo, nepike,” timpal warga lainnya dengan nada kesal.

Pertamina dan Kadis ESDM Belum Merespons

Hingga berita ini diturunkan, Lensapost.net telah mencoba mengonfirmasi Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani, mengenai penyebab kelangkaan dan jadwal distribusi gas. Namun pesan yang dikirim belum mendapat respons.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, namun hingga saat ini ia belum memberikan jawaban. []