LENSAPOST.NET – Tingginya debit air sungai Lawe Alas di Kabupaten Aceh Tenggara akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejumlah kawasan di Kabupaten tersebut sejak Selasa (25/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) kemarin, menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas umum jembatan rangka baja diberbagai tempat.
Diketahui sebanyak tiga jembatan rusak berat akibat derasnya terjangan arus sungai Lawe alas, ditambah kawasan menuju jembatan rangka baja Silayakh sempat tergenang arus sungai dan oprit jembatan hampir putus. Mengakibatkan Kecamatan Darul Hasanah, Tanoh Alas, Lawe Alas dan Babul Rahmah, sempat terisolir.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal, menyampaikan saat ini debit air sungai Lawe Alas berangsur terpantau mulai surut.
Dimana masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah, Tanoh Alas, Lawe Alas dan Babul Rahmah yang sempat terisolir saat ini sudah bisa diakses melalui jembatan Silayakh, Desa Pedesi, Kecamatan Bambel.
“Dibanding kemarin, pagi ini arus sungai Lawe Alas terpantau mulai surut. Saat ini jembatan Silayakh sudah dapat diakses,” kata Dodi, Jum’at 28 November 2025.
Kendati demikian, pihak BPBD Aceh Tenggara menghimbau kepada masyarakat agar tetap selalu waspada saat melintasi jembatan tersebut.
“Mengingat banjir susulan kapan saja bisa terjadi. Kita meminta masyarakat agar tetap terus waspada,” imbuhnya.
Diinformasikan sebelumnya, dampak banjir di Aceh Tenggara semakin meluas. Dari catatan sementara pihak BPBD pagi ini, tercatat 16 Kecamatan dan 95 Desa, termasuk 1372 Kepala Keluarga dan 3959 jiwa ikut terdampak akibat banjir.
Sedangkan untuk masyarakat yang mengungsi juga bertambah menjadi 15 kepala keluarga dan 33 jiwa di Desa Uning Segugur Kecamatan Babul Rahmah, 44 kepala keluarga dan 200 jiwa di Desa Bener Bepapah Kecamatan Ketambe.
Selanjutnya, 59 kepala keluarga dan 240 jiwa di Desa Salim Pinim Kecamatan Tanoh Alas, 11 kepala keluarga dan 75 jiwa di Desa Timang Rasa Kecamatan Tanoh Alas, 36 kepala keluarga dan 144 jiwa di Desa Mbarung Kecamatam Babussalam.
Berikutnya, 13 kepala keluarga dan 47 Jiwa di Desa Suka Dame Kecamatan Lawe Sigala-gala, terakhir 30 kepala keluarga dan 118 jiwa di Desa Maha Singkil Kecamatan Bukit Tusam. []












