LENSAPOST.NET – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin memimpin Upacara Sumpah Pemuda ke 99 Tahun 2025, di halaman kantor bupati setempat. Selasa, 28/10/ 2025
Upacara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Abdya itu dihadiri oleh Forkopimkab, pimpinan SKPK, anggota DPRK, Para Ketua OKP, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam upacara tersebut Bupati Abdya Dr.Safaruddin, membacakan amanat Menteri Pemuda Olah Raga Republik Indonesia Erick Thohir, ia mengatakan, Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad.
“Semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi.” Pesan Safaruddin
Tema hari sumpah pemuda tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, mengingatkan kita semua bahwa kemajuan bangsa tidak akan terjadi tanpa partisipasi aktif dari generasi muda.
Pemuda dan pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan. Di tengah perkembangan dunia digital, pemuda Indonesia harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton.
Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif, dan berintegritas. Gunakan kecerdasan, semangat, dan kemampuan untuk membangun negeri ini dari berbagai bidang, baik pendidikan, ekonomi, lingkungan, maupun sosial.
Selain bergerak maju, kita juga harus terus menjaga persatuan. Perbedaan suku, agama, dan budaya yang kita miliki bukanlah penghalang, tetapi kekayaan yang memperindah bangsa Indonesia.
Dengan persatuan, kita akan mampu menghadapi segala tantangan, sebagaimana para pemuda tahun 1928 yang mampu melampaui perbedaan demi satu tujuan yakni Indonesia yang bersatu.
“Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Sudah sejauh mana kita berkontribusi untuk bangsa.” Ucapnya
Apakah kita telah menjadi bagian dari solusi atau justru menjadi penonton di tengah perubahan? Saatnya kita buktikan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang siap beraksi, bukan hanya bereaksi.
Gunakan kecanggihan teknologi untuk hal positif. Gunakan media sosial untuk menyebarkan inspirasi, bukan kebencian.
Gunakan ilmu dan kreativitas untuk membangun, bukan meruntuhkan serta jadilah generasi Abdya yang menyalakan semangat persatuan.
“Menutup sambutan ini, saya ingin mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk kembali menyalakan api semangat perjuangan di dalam diri masing-masing.” Tambahnya
Mari kita lanjutkan cita-cita luhur para pendahulu bangsa dengan langkah nyata. Bangunlah Indonesia dari hal-hal kecil di sekitar kita, dari lingkungan tempat kita tinggal, dari bidang keahlian yang kita kuasai, hingga karya-karya besar yang membanggakan negeri.
Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia, karena dari cinta itulah lahir pengabdian yang tulus.
“Mari kita terus bergerak bersama, menggandeng tangan satu sama lain tanpa memandang perbedaan. Bersama kita bisa membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, maju, dan sejahtera.” Katanya
Ingatlah, masa depan bangsa ini ada di tangan kita. Semangat sumpah pemuda bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijalankan.
Jadilah generasi penerus yang menjaga persatuan, memperjuangkan kemajuan, dan menyalakan harapan bagi masa depan negeri.
“Akhir kata, selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 “Jayalah selalu pemuda Indonesia, jayalah bangsaku Indonesia”,demikian pungkasnya.
Pada kegiatan upacara sumpah pemuda tersebut, Bupati Abdya Dr. Safaruddin menyerahkan, penghargaan kepada sejumlah pemuda-pemudi berprestasi dan berpengaruh tahun 2025.
Selanjutnya, penyerahan bantuan dari Dinas Sosial Aceh bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banda Aceh Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Dinas Sosial Kabupaten Abdya berupa mesin jahit untuk disabilitas.
Penyerahan bantuan mesin jahit secara simbolis oleh Bupati Abdya kepada Salamah (tuna daksa/cacat fisik) dari Gampong Pisang Kecamatan Setia. Suriati (tuna daksa/cacat fisik) dari Gampong cot ba’u Kecamatan Lembah Sabil. Laila (tuna daksa/cacat fisik) dari Gampong Gunong Cut Kecamatan Tangan-tangan.
Penyerahan bantuan ini dihadiri oleh, Isnandar, A.KS, M.SI dari Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Aceh. Serta, Dery mewakili dari Kepala BPVP Banda Aceh Kementerian Tenaga Kerja RI.
Saltia












