LENSAPOST.NET – Adanya defisit anggaran sebesar Rp41.371.791.571,00. Fraksi Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara, meminta kepada Pemerintah setempat agar melakukan kajian ilmiah terhadap potensi riil dari masing-masing objek Pendapatan Daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Fraksi Golkar pada Rapat Paripurna Masa Sidang I DPRK tentang Rancangan Qanun Perubahan APBK Aceh Tenggara tahun anggaran 2025 yang dibacakan langsung oleh Ketua Fraksi Golkar, Arnold, SH. Kamis 25 September 2025, di gedung Dewan setempat.
Arnold menyampaikan, terkait adanya defisit anggaran sebesar Rp41.371.791.571,00,- Fraksi Golkar meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar melakukan kajian ilmiah terhadap potensi riil dari masing-masing objek pendapatan daerah baik pajak, retribusi dan sumber lainnya. Sehingga realisasi anggaran dapat dilakukan dengan tepat, cepat dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kemudian realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah saat ini masih jauh dari target yang telah ditetapkan pada beberapa Dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara. Seperti Dinas PUPR, UPTD Lawe Alas, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, RSUD H Sahudin Kutacane, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi dan UKM.
Kemudian hal yang sama juga terjadi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Dengan demikian kami dari Fraksi Golkar meminta kepada Pemerintah Daerah maupun Dinas terkait agar lebih memaksimalkan kinerja dalam pencapaian target PAD yang telah di sepakati,” imbuhnya. []













