LENSAPOST.NET– Pimpinan Dayah Zawiyah Darul Murtadha Gampong Lam Isek, Kecamatan Peukan Bada, Tgk Ramza SH dalam khutbah Jumat di Masjid Mujahidin Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, 18 Juli 2025/22 Muharram 1447 akan mengingatkan umat Islam keharusan berjihad di jalan Allah dengan menjalankan enam perkara utama sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.
Menurutnya, manusia diciptakan tidak lain kecuali untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Az-Zariyat: 56). Oleh karena itu, segala aktivitas kehidupan hendaknya ditujukan untuk meraih ridha-Nya.
Menurutnya, enam bentuk jihad yang dimaksud, pertama, pertama, membaca Al-Qur’an. Membaca kitab suci merupakan bentuk ibadah lisan yang sangat mulia. Setiap huruf yang dibaca akan diberi ganjaran sepuluh kebaikan. Selain menjadi sumber hukum Islam, Al-Qur’an juga penenang jiwa dan cahaya kehidupan.
Kedua, mengosongkan perut dari rasa kenyang. Perut yang terlalu kenyang dapat membuat tubuh malas beribadah dan hati sulit merasakan kekhusyukan. Ia mencontohkan kekhusyukan Sayyidina Ali dan Sayyidina Abu Bakar dalam shalat, yang menjadi teladan luar biasa dalam spiritualitas Islam.
Ketiga, mendirikan shalat malam, khususnya tahajud. Allah berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 79, “Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim juga dijelaskan bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya.
Keempat, bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah pada waktu sahur. Waktu sahur adalah waktu mustajab, dan taubat pada saat itu sangat dianjurkan. Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Az-Zumar: 53 bahwa Allah menerima taubat hamba-Nya selama pintu taubat belum ditutup.
Kelima, bersahabat dengan orang-orang yang saleh. Menurut Tgk. Ramza, bersahabat dengan orang baik akan memberi pengaruh positif bagi kehidupan dunia dan akhirat. “Mereka ibarat lentera dalam kegelapan,” ujarnya. Sebaliknya, persahabatan dengan orang jahat justru menjerumuskan, bahkan bisa membawa kepada akhir kehidupan yang buruk.
Keenam, menjauhi yang haram dan yang syubhat. Baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, maupun harta. Hal ini penting agar ibadah yang dilakukan diterima Allah dan kehidupan diberkahi. Ia mengingatkan sabda Nabi, “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mengakhiri khutbahnya, Tgk. Ramza mengajak umat Islam senantiasa istiqamah dalam menjalankan enam perkara tersebut sebagai bagian dari jihad pribadi. Ia menutup dengan ayat Al-Qur’an: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Ankabut: 69).
“Semoga kita semua diberikan taufik oleh Allah untuk dapat mengamalkan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Tenaga Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Peukan Bada ini. (Ridha Yunawardi)













