ACEH  

Proyek Penanganan Longsoran BTS Gayo Lues – Aceh Tenggara Dikerjakan Tanpa Batching Plant

Proses Pencampuran Material Beton Yang Langsung Menuju Mobil Molen

LENSAPOST.NET – Tanpa melalui proses alat batching plant, pekerjaan tembok penahan proyek Penanganan Longsoran BTS. Gayo Lues / Aceh Tenggara, bernomor kontrak HK.02.01/CTR-Bb1.PJM.III/016/APBN/2025 oleh Penyedia Jasa, PT. Segon Karya Alcantara dengan Nilai Berkontrak, Rp.10.700.000.000, yang berlokasi di Desa Natam Baru, Kecamatan Badar, hingga kini tetap berjalan.

Hal tersebut dikarenakan pada lokasi terdekat sekitar pekerjaan yang berada di kabupaten Aceh Tenggara alat Batching Plant sedang tidak melakukan produksi. Sehingga untuk menjaga progres pelaksanaan, dilakukan pengujian dengan manual, kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Jaya Yuliadi.

“Dari hasil uji dimungkinkan pelaksanaan tersebut dapat dilaksanakan dengan tepat waktu dan tepat mutu,,” ujar Jaya, Senin 14 Juli 2025 kemarin.

Disinggung terkait pencampuran material beton pada proyek tersebut dilakukan secara langsung pada mobil molen tanpa melalui batching plant. Jaya mengungkapkan hal tersebut sudah sesuai komposisi campuran mengikuti formula pengujian.

“Adapun komposisi campuran mengikuti formula pengujian yang telah dilakukan,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk kualitas mutu beton yang dihasilkan dari proses manual itu. PPK 3.5 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi, mengaku bahwa kualitas beton yang dihasilkan tersebut telah dilakukan pengujian di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh.

Dari pantauan lensapost.net, terkait tentang penggunaan alat secara manual untuk menjadikan campuran bahan material menjadi formula semen beton berkualitas. Apakah sudah sesuai dengan Job Mix Design Beton (JMD). Jika tidak sesuai dengan JMD maka mutu semen beton yang dihasilkan perlu dipertanyakan kwalitasnya, dikarenakan ini menyangkut daya tahan semen beton tersebut dari terjangan kerasnya air sungai alas, tepatnya dilokasi pekerjaan. []