ACEH  

Beredar Kabar, Wakil Wali Kota Lhokseumawe Tiadakan Open House, Tolak Sapi Kurban

Iustrasi

LENSAPOST.NET – Wakil Wali Kota Lhokseumawe, H. Husaini, SE, dikabarkan meniadakan agenda open house pada momen Hari Raya Idul Adha tahun ini, Senin, 09 Juni 2025.

Keputusan tersebut memunculkan spekulasi adanya keretakan hubungan antara dirinya dengan Wali Kota Lhokseumawe, H. Sayuti Abubakar.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, suasana tidak harmonis mulai terasa di lingkaran pemerintahan Kota Lhokseumawe, terutama antara pasangan yang baru beberapa bulan menjabat itu.

Ketidakhadiran Wakil Wali Kota dalam kegiatan open house di kediaman wali kota serta ketidaksiapan dikediaman pribadinya untuk menerima tamu turut memperkuat dugaan tersebut.

“Benar, panitia yang sebelumnya disiapkan untuk menyambut tamu di rumah dinas Wakil Wali Kota dibubarkan. Instruksi pembatalan disampaikan langsung oleh Sekda Kota Lhokseumawe, A. Haris, melalui pesan WhatsApp,” ungkap seorang sumber internal kepada media ini.

Tidak hanya itu, Husaini juga dikabarkan menolak lembu kurban yang diberikan oleh Wali Kota untuk disembelih dalam perayaan Idul Adha. Penolakan tersebut semakin menguatkan dugaan adanya ketegangan dalam hubungan keduanya.

Menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, ketegangan itu berawal dari miskomunikasi dalam pengambilan kebijakan.

“Wakil Wali Kota merasa tidak pernah diajak berkoordinasi oleh Wali Kota, terutama terkait rencana mutasi pejabat yang kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Sayuti Abubakar tetap menggelar open house di rumah dinas serta di kediaman pribadi Sekda Kota Lhokseumawe. Namun, perbedaan sikap dari Wakil Wali Kota dinilai mencolok dan menimbulkan tanda tanya publik.

Pasangan Sayuti–Husaini yang sempat dikenal dengan slogan “Broh Jeut Keu Peng” saat kampanye, kini dihadapkan pada ujian awal kebersamaan mereka. Padahal, masa kepemimpinan mereka baru berjalan dalam hitungan 100 hari kerja.

Keretakan hubungan di level pimpinan daerah ini dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas pemerintahan dan jalannya pembangunan di Kota Lhokseumawe. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Wali Kota terkait isu yang beredar.

Pesan konfirmasi yang dikirim lewat layanan pesan daring, hingga kini belum ada tanggapan.