ACEH  

Pengawasan Makanan dan Minum Pedagang Takjil Selama Ramadan di Aceh Tenggara Belum Dilakukan

Salah satu olahan makanan yang dijajakan pedagang di Aceh Tenggara

LENSAPOST.NET – Berjualan menu makanan dan minuman saat Ramadan ramai dimanfaatkan sejumlah warga sebagai salah satu sumber pemasukan, menambah pundi pundi ekonomi keluarga di Aceh Tenggara.

Terpantau, pedagang musiman selama ramadan ini ramai menjajakan aneka olahan jenis makanan dan minuman untuk menu berbuka puasa. Masyarakat pun ramai berburu untuk membeli.

Ramainya minat beli masyarakat untuk makanan dan minuman saat menjelang berbuka puasa ini cukup riskan dan dikhawatirkan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan tanpa memperhatikan kualitas kesehatan bahan makanan dan minuman yang digunakan. Sehingga, dinilai diperlukan adanya sosialisasi, pengawasan, pengecekan terhadap makanan dan minuman yang bakal dikonsumsi masyarakat. Apakah makanan itu aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Salah seorang warga Aceh Tenggara, bernama Riko mengatakan perlu adanya sosialisasi, pengawasan dan pengecekan keamanan kesehatan bahan olahan makanan para pedagang, khususnya bagi pedagang takjil di bulan Ramadan.

Hal itu bertujuan untuk mencegah yang tidak diinginkan terjadi. Dan memastikan tidak mempengaruhi kesehatan warga setelah mengkonsumsi makanan maupun minuman.

“Untuk memastikan masyarakat aman dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang dijajakan oleh pedagang, harusnya ada peran pemerintah melalui stakeholder terkait untuk melakukan sosialisasi, pengecekan dan pengawasan atas kondisi makanan dan bahan yang digunakan dalam membuat makanan maupun minuman untuk dijual,” kata Riko, Selasa (10/3/2025) kemarin.

Untuk itu, Ia berharap secepatnya ada sosialisasi, pengecekan atau pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat melalui stakeholder terkait. Agar pedagang dan pembeli sama sama mendapat rasa aman.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Yusmalinda, mengatakan pengawasan makanan dan minuman merupakan wewenang pihak Badan Obat dan Makanan (BPOM).

Disinggung terkait koordinasi pihak Dinkes Aceh Tenggara dengan pihak BPOM tentang pengawasan makanan dan minuman bagi pedagang takjil selama ramadan. Yusmalinda mengungkapkan, biasanya setiap tahun pihak BPOM turun melakukan pengawasan dan koordinasi dengan Dinkes.

Namun, katanya, ramadan tahun ini kemungkinan dikarenakan terjadi efisiensi anggaran sehingga mereka (BPOM -red) tidak ke Aceh Tenggara.

“Biasanya setiap tahun mereka turun dan koordinasi ke Dinkes. Mungkin untuk tahun ini kan ada efisiensi anggaran sehingga mereka tidak turun, Itu kemungkinan ya pak,” Kata Yusmalinda, menjawab LensaPost.net, Senin (10/3/2025) sore kemarin.

Mendapat jawaban tersebut, wartawan LensaPost.net mencoba meminta nomor kontak pihak BPOM yang membidangi pengawasan makanan dan minum kepada Kabid Yankes, Yusmalinda, untuk dilakukan konfirmasi lebih lanjut terkait pengawasan olahan makanan dan minuman pedagang takjil selama ramadhan di Aceh Tenggara.

Hingga berita ini di muat, Selasa (11/3/2025), Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan itu belum merespon pemintaan nomor kontak yang dilayangkan wartawan. Sehingga, belum dapat meminta keterangan resmi dari pihak BPOM mengenai hal tersebut.