ACEH  

Terancam Roboh, Pemeliharaan Proyek Rekonstruksi Perkuatan Tebing Sungai Lawe Bulan Agara Hanya Sebatas Timbunan?

Foto Proyek Rekonstruksi Perkuatan Tebing Sungai Lawe Bulan Desa Pulo Peding, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara (Doni Pios)

LENSAPOST.NET – Diduga lemahnya pengawasan internal pekerjaan Proyek Rekonstruksi Perkuatan Tebing Sungai Lawe Bulan Desa Pulo Peding, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara tahun anggaran 2023 yang menelan biaya pekerjaan senilai milliaran rupiah itu saat ini terancam roboh ke dasar sungai.

Dari amatan lensapost.net Kamis, (23/5/2024) dilokasi pekerjaan terlihat timbunan yang sudah ambalas ditambah dengan dinding tembok penahan yang patah menyebabkan kemiringan pada dinding tembok tersebut.

Ironisnya, dari informasi yang layak dipercaya kebenarannya biaya pemeliharaan untuk paket pekerjaan tersebut sudah ditarik oleh pihak rekanan tanpa melakukan perbaikan pada patahan dinding tembok penahan.

Terkait pekerjaan tersebut, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Nazmi Desky melalui PPK Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp nya belum dapat memberikan keterangan resminya, kendati pesan tersebut centang dua.

Sementara, Zonifar Anggara menjabat Direktur CV. Karya Nusantara sebagai pelaksana Proyek Rekonstruksi Perkuatan Tebing Sungai Lawe Bulan Desa Pulo Peding, Babussalam mengakui adanya patahan pada dinding tembok penahan pekerjaan tersebut.

“Patahan pada dinding proyek itu terjadi setelah pekerjaan selesai di PHO, akibat debit air sungai yang tinggi sehingga menyebabkan dinding penahan proyek patah,”kata Zonifar Anggara saat dikonfirmasi Lensapost.net melalui panggilan telepon WhatsApp. Kamis, (23/5/2024).

Disinggung terkait perbaikan pada dinding tembok penahan yang patah tersebut pihaknya mengaku hanya melakukan timbunan pada sisi tembok penahan yang patah tersebut.

”Kita sudah melakukan penimbunan kembali terhadap material yang amblas diseputaran dinding tembok yang patah terbawa arus sungai untuk berapa banyak jumlah timbunannya saya juga tidak ingat” ujarnya.

Diketahui dari halaman web lpse.acehtenggarakab.go.id proyek rekonstruksi perkuatan tebing sungai lawe bulan desa pulo peding Kecamatan Babussalam di menangkan oleh CV. Karya Nusantara dengan nilai HPS Rp. 1.717.514.000,00.

Dikutip dari Realitasonline.id Menelan biaya mencapai milliaran rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tenggara, proyek rekonstruksi perkuatan tebing sungai lawe bulan yang berlokasi di Desa Pulo Peding, Babussalam diragukan kualitas pekerjaannya.

Pasalnya, dinding tembok penahan proyek Rekonstruksi Perkuatan Tebing Sungai Lawe Bulan, Desa Pulo Peding, Babussalam yang baru saja selesai dikerjakan oleh pihak rekanan tersebut saat ini terancam roboh.

Amatan Realitasonline.id pada Minggu (3/12/2023), pekerjaan proyek, terlihat patahan pada sisi dinding tembok penahan tebing sungai sehingga menyebabkan timbunan di sekitaran dinding amblas dan terbawa arus sungai.

“Baru saja selesai dibangun, akan tetapi dinding tembok penahan sungainya sudah patah,”ungkap yusuf, salah seorang warga masyarakat sekitar proyek tersebut.

Menurut Yusuf, lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan menjadi faktor utama yang menyebabkan buruknya kualitas proyek tersebut.

“Saya menduga kuat, lemahnya pengawasan oleh pihak internal menjadi salah satu penyebab kurangnya mutu suatu proyek, jika pengawsan internal terus dilakukan tentu saja yang kita lihat hari ini tidak akan terjadi,”pungkasnya.

Sementara itu, PPK Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal, menyebutkan pihaknya akan menyurati perusahaan untuk melakukan perbaikan pekerjaan proyek yang telah rusak tersebut.

“Kami akan menyurati pihak rekanan, karena memang masih dalam masa pemeliharaan,” sebut Dodi melalui pesan WhatsApp nya.

Doni Pios

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *