ACEH  

MIN 1 Takengon Kutip Rp100 Ribu untuk Ambil Ijazah, Wali Murid Kecewa

Rianda Dialasco (45), seorang wali murid di MIN 1 Takengon, Aceh Tengah [Foto: Rahmat]

LENSAPOST.NET – Rianda Dialasco (45), seorang wali murid di MIN 1 Takengon, Aceh Tengah, menyuarakan kekecewaannya terhadap praktik pemungutan uang yang dilakukan oleh pihak sekolah. Kejadian ini terkait dengan pengambilan ijazah anaknya yang baru saja lulus pada tahun ini.

Saat Rianda mengambil ijazah anaknya di MIN 1 Takengon pada pagi hari sekitar pukul 11:00 WIB, pihak sekolah meminta uang sebesar 100 ribu rupiah sebagai biaya administrasi. Hal ini membuatnya merasa kecewa dan bingung.

Dia juga menirukan percakapan yang terjadi saat pengambilan ijazah, “Administrasinya pak, 100 ribu untuk pengambilan ijazah.” Seorang ibu yang bertugas di ruang administrasi kesiswaan menyampaikan permintaan tersebut kepada Rianda, Sabtu 2 Septemebr 2023.

Rianda mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama pihak sekolah meminta uang darinya. Pada tahun 2021, anak pertamanya juga lulus dari MIN 1 Takengon, dan pihak sekolah juga meminta uang sejumlah yang sama dengan alasan biaya administrasi.

“Ketika anak pertama saya lulus pada tahun 2021, pihak sekolah juga meminta 100 ribu rupiah dengan alasan biaya administrasi,” keluhnya.

Tahun 2021, Rianda sudah mengadukan masalah ini ke Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah di bidang tata usaha (TU). Namun, pada waktu itu, pihak sekolah tidak memberikan penjelasan yang memadai kepada para wali murid mengenai penggunaan uang sebesar 100 ribu rupiah tersebut.

Oleh karena itu, Rianda ingin mendapatkan klarifikasi apakah ada peraturan resmi dari Kementerian Agama yang mengatur pemungutan biaya administrasi untuk pengambilan ijazah anak-anak mereka yang lulus dari MIN 1 Takengon Aceh Tengah.

“Semoga dari pihak Kemenag meluruskan kejadian ini agar tidak terulang kembali lagi,”harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *