ACEH  

Aceh Vespa Festival Berbuntut Panjang, Pj Gubernur Diminta Evaluasi Pejabat Disbudpar

Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh (GEMPA), melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Selasa, 3 Agustus 2023.

LENSAPOST.NET – Seorang pengamat dari Universitas Abulyatama Usman Lamreung terus mengkritik terhadap Ajang Aceh Vespa Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh,pada 28-30 Juli yang disebut untuk mempromosikan pariwisata Aceh.

Pengamat tersebut menegaskan bahwa Kabid Pemasaran dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata seharusnya memaparkan bukti riil mengenai dampak positif festival tersebut dengan data yang jelas. Sebagai contoh, berapa persentase kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara ke Aceh setiap tahun sebagai perbandingan, serta apakah promosi tersebut bisa meningkatkan jumlah wisatawan tahun ini.

Dia menduga masalah yang mendasari bukan hanya terkait promosi, melainkan juga tata kelola dan pengembangan destinasi pariwisata di Aceh. Sarana dan prasarana dasar, sumberdaya manusia, dan koordinasi-komunikasi lintas sektor bidang wisata juga menjadi faktor yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Aceh.

Oleh karena itu, pengamat berpendapat bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tampaknya tidak memiliki konsep yang jelas dalam tata kelola kepariwisataan. Program festival yang rutin diadakan setiap tahun dalam rangka mempromosikan destinasi wisata Aceh dinilai tidak memberikan hasil yang sesuai dengan anggaran yang telah dikeluarkan.

“Berbagai program festival yang saban tahun di buat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka promosi destinasi wisata Aceh, namun tidak berbanding lurus dengan hasilnya,”kata Usman kepada Wartawan di Banda Aceh,Jumat 4 Agustus 2023.

Atas dasar ini, pengamat meminta Penjabat (Pj.) Gubernur Aceh untuk segera mengevaluasi kinerja kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dan pejabat-pejabat lainnya yang dianggap tidak mampu mengemban tugasnya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh T Hendra kepada wartawan di halaman kantor SKPA tersebut mengungkap,dalam membangun pariwisata Aceh itu membutuhkan waktu dan proses. Sehingga dampaknya tidak dapat langsung dilihat.

“Membangun pariwisata itu dampaknya itu tidak langsung ujug-ujung. Jadi waktu dan proses. Bahasa kita tuh halo halonya memang harus lebih kuat,”katanya dihadapan sejumlah wartawan, Kamis 3 Agustus 2023.

Kendati demikian, dia menyampaikan melalui event-event yang diselenggarakan, terlihat adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke tanah rencong (Aceh).
Ia menilai hal tersebut turut berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

“Oleh karena itu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh, perlu adanya dukungan dari seluruh pihak,”ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *