Umum  

Qarira Qurratu Aini, Siswi SMA TB Abdya Lulus di 11 Universitas Luar Negeri

Qarira Qurratu Aini

LENSAPOST.NET – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Aceh Barat Daya (Abdya). Qarira Qurratu Aini, siswi kelas XII semester II SMA Negeri Unggul Tunas Bangsa Abdya, berhasil meraih 11 Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas luar negeri di Australia dan Selandia Baru.

Remaja yang akrab disapa Aini ini membuktikan bahwa kerja keras dan kesungguhan dalam belajar mampu membuka peluang besar untuk meraih cita-cita.

Aini mengungkapkan, 11 universitas yang menerimanya di Australia antara lain Bond University, University of Wollongong, Western Sydney University, Curtin University, RMIT University, dan Swinburne University of Technology.

Sementara di Selandia Baru, ia diterima di University of Otago, Lincoln University, Auckland University of Technology, University of Canterbury, serta Victoria University of Wellington.

“Program yang saya ambil adalah bachelor’s degree atau S1. Jurusan yang saya pilih beragam, namun mayoritas di bidang psikologi,” ujar Aini.

Dalam proses pendaftaran, Aini memilih jalur direct entry dengan mendaftar langsung melalui situs resmi masing-masing universitas. Meski demikian, ia mengakui sempat menghadapi berbagai kendala, terutama dalam proses pemberkasan.

Keinginan Aini untuk melanjutkan studi ke luar negeri mulai tumbuh sejak kelas XI semester I. Motivasi tersebut semakin kuat setelah ia gagal mengikuti program TechGirls, yakni program pertukaran pelajar perempuan ke Amerika Serikat.

“Sejak saat itu, saya bertekad untuk bisa kuliah di luar negeri, khususnya di negara maju,” jelasnya.

Aini juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari peran guru pembimbingnya, Nova Yurika, yang merupakan lulusan luar negeri. Dari sang guru, ia mendapatkan banyak informasi terkait persiapan studi ke luar negeri, termasuk persyaratan yang harus dipenuhi.

“Dari beliau, saya mulai belajar untuk tes bahasa Inggris, mencari kampus tujuan, dan menyiapkan dokumen yang diperlukan,” katanya.

Saat duduk di kelas XII, Aini mengikuti tes IELTS di Medan dan berhasil meraih skor 6,5, yang menjadi salah satu syarat utama pendaftaran ke universitas luar negeri. Selain itu, ia juga melengkapi berbagai dokumen seperti paspor, KTP, sertifikat prestasi, serta transkrip nilai.

Ia mulai aktif mendaftar ke berbagai universitas pada periode Januari hingga Maret. Dari proses tersebut, Aini berhasil mengantongi 11 LoA, meskipun sempat mengalami penolakan dari satu kampus, yakni Nanyang Technological University (NTU) di Singapura.

Untuk mendukung pendaftarannya, Aini memiliki tiga sertifikat internasional yang diperoleh pada tahun 2025, berasal dari lomba esai dan program pertukaran pelajar domestik.

Meski telah mendapatkan banyak tawaran, Aini mengaku masih mempertimbangkan pilihan karena sebagian besar beasiswa yang diterima masih bersifat parsial.

“Saya masih berusaha mencari beasiswa penuh. Saat ini saya sedang menyiapkan berkas untuk Beasiswa Garuda dan juga mendaftar ke Hong Kong Polytechnic University karena mengincar beasiswa penuh,” tutupnya. []