Umum  

Putri Abdya Afi Kiara Yulia Raih Juara 1 Patient Counseling USK Pharmacy Fair 2026

Afi Kiara Yulia

LENSAPOST.NET — Afi Kiara Yulia, mahasiswa S1 Farmasi Universitas Syiah Kuala (USK) asal Aceh Barat Daya (Abdya), meraih juara pertama dalam Patient Counseling Competition pada ajang USK Pharmacy Fair 2026, Kamis (8/10/2026).

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Abdya. Afi berhasil mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam kompetisi yang menguji kemampuan mahasiswa farmasi memberikan konseling obat kepada pasien.

Berdasarkan rekaman video yang diterima LensaPost.net, Afi terlihat menerima sertifikat penghargaan saat pengumuman pemenang di hadapan juri, panitia, dan peserta lainnya.

Patient Counseling Competition merupakan salah satu cabang lomba USK Pharmacy Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Unlock Potential, Ignite Innovation, and Lead the Future of Pharmacy at USK Pharmacy Fair 2026”.

Sebanyak 11 peserta dari program studi S1 Farmasi dan profesi Apoteker di berbagai perguruan tinggi mengikuti babak penyisihan. Tiga perguruan tinggi melaju ke final, yakni USK, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Prima Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut menguasai skrining resep, farmakoterapi, komunikasi terapeutik, serta edukasi penggunaan obat yang aman dan rasional. Kemampuan berkomunikasi secara empatik dan memahami kebutuhan pasien juga menjadi bagian penting dalam konseling kefarmasian.

Kompetisi ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mengidentifikasi masalah terkait obat dan menyampaikan informasi secara sistematis. Penggunaan metode komunikasi seperti teach-back dan pengambilan keputusan bersama turut mendorong pemahaman pasien terhadap pengobatannya.

Kebahagiaan atas prestasi Kiara juga dirasakan sang ibu, Naini Afrita, yang berprofesi sebagai guru di Abdya. Ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus berpesan agar putrinya tetap rendah hati dan terus mengembangkan diri.

“Alhamdulillah, hati kami penuh rasa syukur. Sebagai orang tua, kami tidak meminta yang lain — semoga kesuksesan ini membuatnya semakin tahu jalan, bukan semakin tinggi hati. Semoga Kiara selalu rendah hati, tidak cepat puas, dan terus berjuang. Karena hari ini adalah permulaan, bukan akhir,” ujar Naini.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi sesama.

Keberhasilan Afi Kiara Yulia menambah catatan prestasi putra-putri daerah Abdya di bidang pendidikan. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan berani bersaing di tingkat nasional.