Persaingan Ketat Jelang Muswil PW IRADAH Japakeh, Tgk Juli Andika Siap Hadapi Tantangan

LENSAPOST.NET– Pemilihan Ketua Pengurus Wilayah (PW) IRADAH (Ikatan Rabithah Alumni Dayah Darul Munawwarah) Kabupaten Pidie Jaya periode 2025–2030 diprediksi berlangsung ketat. Lima kandidat resmi mendaftar dan siap bertarung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang akan digelar di Dayah Raudhatul Munawwarah, Meunasah Raya, Jangka Buya, Minggu (18/1/2026).

Ketua panitia pelaksana, Abi Zulfikar, mengatakan kegiatan akan dimulai pukul 09.00 WIB, setelah seluruh perwakilan wilayah menyelesaikan proses internal pada Sabtu (17/1/2026).

Ia berharap Muswil berlangsung transparan, tertib, dan adil, serta setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk memaparkan visi dan program kerja..

Kelima calon yang bertarung merupakan tokoh pendidikan pesantren dan lembaga keagamaan yang mewakili delapan kecamatan di Pidie Jaya. Tgk H.M Yusuf Peulakan, pimpinan Dayah Peulakan, dikenal berpengalaman dalam pengkaderan ulama muda.

Tgk Juli Andika, pimpinan LPI Babul Hijrah Almunawarah, Panteraja, muncul sebagai kandidat yang siap menghadapi tantangan paling ketat. Ia dikenal luas karena komitmennya pada transparansi organisasi, pemberdayaan anggota, dan aktif di berbagai kegiatan keagamaan.

“Saya siap membawa PW IRADAH ke arah lebih produktif dan memperkuat jaringan antar dayah,” ujar Tgk Juli Andika,

.
Tgk Muhammad Yani atau Waled Meuraksa, pimpinan Dayah Darul Ridha Almunawarrah di Gampong Meuraksa, aktif dan vokal di media sosial. Abati Marzuki, pimpinan LPI Raudhatul Muta’alimin Al-Munawwarah Bandar Dua, menekankan penguatan jaringan antar dayah.

Sedangkan Tgk Admar Lueng Putu, pengurus aktif di kawasan Bandar Baru, konsisten dalam memperkuat pendidikan keagamaan.

Abi Zulfikar menambahkan bahwa Muswil dipusatkan di Dayah Raudhatul Munawwarah karena kapasitasnya memadai dan aksesnya mudah bagi peserta dari berbagai kecamatan.

Selain itu, lokasi ini memiliki nilai simbolis sebagai pusat pendidikan dan pengkaderan ulama muda. Pengawasan Muswil dilakukan oleh tokoh masyarakat dan pengurus lama untuk menjamin keadilan dan transparansi, mulai dari daftar hadir, pemaparan visi-misi, hingga pemungutan suara.

Beberapa calon menyampaikan kesiapan mereka membawa organisasi ke arah lebih produktif. Tgk H.M Yusuf Peulakan menekankan pentingnya kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan dayah di Pidie Jaya.

Tgk Juli Andika kembali menegaskan fokusnya pada transparansi, pemberdayaan anggota, serta penguatan kader muda yang dapat mengembangkan organisasi secara berkelanjutan.

Waled Meuraksa menyoroti kapasitas kader muda, Abati Marzuki menekankan jaringan antar dayah, dan Tgk Admar Lueng Putu fokus pada konsistensi program dakwah yang menyentuh masyarakat.

Tgk Syahrul Fuadi, tokoh agamawan muda Japakeh, menyebut Muswil ini sebagai momen strategis karena PW IRADAH berperan membina generasi muda, menjaga tradisi keagamaan, dan memperkuat jaringan pendidikan di Pidie Jaya.

Harapan senada disampaikan Walidi Sanusi. Dengan lima kandidat yang siap bertarung, proses pemilihan diperkirakan ketat, menuntut anggota untuk menimbang visi dan kapasitas setiap calon.

Kegiatan dijadwalkan selesai Minggu (18/1/2026) dengan pengumuman resmi ketua terpilih dan pengukuhan. Muswil ini diharapkan menjadi contoh pelaksanaan pemilihan organisasi keagamaan berbasis demokrasi, tertib, dan tetap berpegang pada nilai agama.