LENSAPOST.NET — Pemerintah Aceh meminta seluruh pengguna anggaran dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) mempercepat realisasi belanja Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) 2026 menyusul sisa waktu tahun anggaran yang semakin terbatas.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan pimpinan daerah memantau perkembangan serapan anggaran melalui monitor Pusat Pengendalian Pembangunan Kegiatan (P2K). Pemantauan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kendala yang menghambat pelaksanaan program.
“Melalui TV monitor P2K, pimpinan daerah bisa memetakan langsung di mana sumbatannya,” kata Nurlis di Banda Aceh, Jumat (16/10/2026).
Hingga Jumat (16/10) pukul 21.00 WIB, realisasi belanja Tambahan TKD Aceh mencapai Rp621,96 miliar atau 37,65 persen dari pagu Rp1,652 triliun. Dalam sepekan terakhir, realisasi bertambah Rp26,70 miliar atau 1,62 persen.
Nurlis mengatakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah telah menginstruksikan seluruh pengguna anggaran dan PPTK agar segera menyelesaikan kendala administrasi serta mempercepat pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur menginstruksikan seluruh Pengguna Anggaran dan PPTK untuk segera membereskan kendala administrasi dan tancap gas di lapangan. Waktu tinggal sedikit, akselerasi harus jalan, tapi aturan dan tata kelola keuangan tetap nomor satu.”
Pemerintah Aceh juga menyediakan data perkembangan realisasi anggaran melalui portal P2K-APBA di p2k-apba.acehprov.go.id. Keterbukaan tersebut memungkinkan masyarakat memantau perkembangan belanja sekaligus melihat capaian realisasi anggaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.












