Lensapost.net I Pidie Jaya– Menjelang pelaksanaan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) Gampong Krueng Kiran Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya yang dijadwalkan pada Senin, 13 Oktober 2025, dukungan terhadap calon keuchik nomor urut 4, Faisal, terus mengalir deras dari berbagai kalangan masyarakat.
Semangat perubahan yang diusungnya melalui motto “Bek Meukelompok, Ta Bangun Gampong Beusare” (Jangan berkelompok, mari bangun kampung bersama) kini menjadi semboyan yang menggugah dan menyalakan harapan warga.
Faisal, sosok putra Krueng Kiran, dikenal sebagai sosok sederhana, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat dari berbagai lapisan. Ia bertekad menciptakan pemerintahan gampong yang adil, transparan, dan berpihak kepada semua warga tanpa pandang latar belakang.
“Saya tidak datang membawa janji kosong. Yang saya bawa adalah niat tulus untuk memperbaiki, memperkuat kebersamaan, dan membuka ruang partisipasi bagi semua. Bek meukelompok, ta bangun gampong beusare,” ujar Faisal dalam release resminya kepada lensapost.net, sambutannya, Sabtu (4/10/2025).
Dukungan moral pun datang dari berbagai pihak, salah satunya Ismail, tokoh muda masyarakat yang juga pernah menjadi bagian dari tim sukses pemenangan pasangan Gubernur Aceh terpilih Mualem–Dek Fad. Ia menilai Faisal sebagai figur muda yang santun dan memiliki kepekaan sosial tinggi.
“Faisal itu anak kampung kita sendiri, tahu betul denyut kehidupan masyarakat. Dia tidak membeda-bedakan siapa kaya siapa miskin, siapa kelompok mana. Semua dianggap saudara. Kami butuh pemimpin seperti itu,” kata Ismail dengan penuh keyakinan.
Ismail juga mengajak seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilih dengan bijak dan tidak tergoda oleh politik sesaat. “Ingat, pemimpin gampong itu bukan untuk lima hari, tapi lima tahun. Bek tuwoe pileh bak nomor 4! Faisal adalah pilihan terbaik untuk masa depan Krueng Kiran,” tegasnya.
Bagi banyak warga, Faisal bukan hanya calon keuchik, tetapi simbol persatuan dan harapan baru. Ia menawarkan kepemimpinan yang adil, terbuka, dan bersandar pada nilai-nilai kekeluargaan.
“Kalau Allah izinkan saya memimpin, saya akan bekerja untuk semua warga tanpa pandang siapa-siapa. Gampong ini milik kita bersama,” ucap Faisal dengan nada rendah hati.
Faisal mengatakan kini tinggal hitungan hari menuju 13 Oktober 2025, hari penentuan bagi masa depan Gampong Krueng Kiran. Semangat masyarakat semakin menguat, dan semua berharap pesta demokrasi gampong berjalan damai, jujur, dan penuh kebersamaan.
“Mari tanyoe bersama-sama ta dukung kebaikan dan perbaikan gampong Krueng Kiran yang lebih baik kedepannya, ” pintanya.
Sementara itu, dukungan dari berbagai kalangan terus mengalir termasuk kelompok pemuda juga terus menguat. Salah seorang tokoh muda setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa generasi muda butuh figur pemimpin yang terbuka terhadap gagasan baru dan mendukung kegiatan produktif anak muda.
“Selama ini Faisal sering mendampingi kami dalam kegiatan olahraga, sosial, dan gotong royong. Ia tidak hanya hadir sebagai calon, tapi benar-benar turun langsung. Kami ingin perubahan nyata, bukan hanya kata-kata,” ujarnya.
Ia menilai Faisal sebagai sosok yang bisa menjadi jembatan antara generasi tua dan muda.
“Pemimpin itu bukan hanya pintar bicara, tapi juga mau mendengar. Faisal sosok yang rendah hati dan terbuka. Kami para pemuda ingin gampong ini berkembang, punya kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial yang hidup kembali. Kami siap dukung nomor 4,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, seorang tokoh masyarakat setempat menuturkan bahwa semangat kebersamaan yang ditanamkan Faisal mengingatkan pada masa-masa kejayaan gampong dulu, saat semua warganya saling bahu-membahu tanpa sekat.
Ia menambahkan menjelang hari pemilihan, suasana Krueng Kiran semakin hidup. Baliho, spanduk, dan poster bergambar Faisal dengan tulisan besar “Nomor 4 – Bek Meukelompok, Ta Bangun Gampong Beusare” tampak menghiasi sudut-sudut gampong. Setiap malam, warga berkumpul di meunasah atau warung kopi untuk berdiskusi santai soal masa depan kampung mereka
“Dan kini, satu suara bergema di setiap rumah dan warung kopi, “Bek tuwoe pileh bak nomor 4 – Faisal untuk Krueng Kiran Beusare!”, ” pintanya. []












