Ketua Komisi IV DPRK Abdya Sidak Puskesmas dan Sekolah, Temukan Pegawai Tak Hadir

Ketua Komisi IV DPRK Abdya, Sardiman melakukan Sidak di sejumlah puskesmas diwilah setempat.

LENSAPOST.NET -– Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat Daya, Sardiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah puskesmas serta sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Aceh Barat Daya, Senin (2/3/2026).

Politisi Partai Aceh yang akrab disapa Tgk Panyang itu turun langsung untuk memastikan kedisiplinan aparatur pelayanan publik, khususnya tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, selama bulan suci Ramadan.

Sidak tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan dan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski di bulan puasa. Jangan sampai masyarakat dan siswa dirugikan karena petugas atau guru tidak hadir,” tegas Sardiman di sela-sela sidak.

Dalam kunjungannya, ia memeriksa daftar absensi pegawai dan mencocokkannya dengan kehadiran aparatur di lokasi. Ia menyambangi ruang pelayanan, ruang guru, serta beberapa kelas untuk memastikan aktivitas berjalan sesuai jadwal. Dari hasil pengecekan itu, ditemukan sejumlah perawat dan guru tidak berada di tempat saat jam kerja masih berlangsung.

Temuan tersebut menjadi catatan serius bagi Komisi IV yang membidangi sektor pendidikan dan kesehatan. Sardiman menilai, kedisiplinan aparatur merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik, terlebih pada momentum Ramadan yang umumnya disertai penyesuaian jam kerja.

“Kita memahami kondisi puasa yang tentu membutuhkan penyesuaian. Namun bukan berarti kedisiplinan menjadi longgar. Pelayanan kesehatan menyangkut nyawa, sementara pendidikan menyangkut masa depan generasi kita. Ini tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait guna menindaklanjuti temuan tersebut. Kepala puskesmas dan kepala sekolah diminta memperketat pengawasan internal, termasuk memastikan kehadiran pegawai sesuai ketentuan yang berlaku selama Ramadan.

Menurutnya, absensi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen pengendalian kinerja. Ketidakhadiran tanpa keterangan yang jelas dapat berdampak langsung pada terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau tenaga kesehatan tidak ada di tempat saat jam pelayanan, siapa yang melayani pasien? Begitu juga di sekolah, jika guru tidak hadir, maka proses belajar mengajar akan terganggu. Ini yang tidak kita inginkan,” katanya.

Sardiman menambahkan, sidak yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga legislatif dalam mengawal kualitas pelayanan publik. Pengawasan merupakan bagian dari fungsi kontrol DPRK terhadap pelaksanaan tugas eksekutif di daerah.

“Kehadiran kami di lapangan adalah untuk memastikan sistem berjalan sebagaimana mestinya. Jika ada kekurangan, tentu akan kita sampaikan kepada dinas terkait agar segera dibenahi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan etos kerja dan integritas aparatur, bukan sebaliknya. Nilai disiplin dan tanggung jawab yang diajarkan selama bulan suci, menurutnya, harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Komisi IV DPRK Abdya, lanjutnya, berkomitmen melakukan pengawasan secara berkala, tidak hanya pada Ramadan, tetapi juga pada momentum strategis lainnya seperti awal tahun ajaran baru dan masa pelayanan kesehatan yang krusial.

Hasil sidak tersebut akan dirangkum dalam laporan resmi untuk dibahas dalam rapat komisi dan, jika diperlukan, dibawa ke forum rapat bersama dinas terkait guna mencari solusi konkret.

“Kita ingin masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik tanpa terkendala oleh rendahnya disiplin aparatur. Ini komitmen kita bersama,” pungkasnya.