LENSAPOST.NET – Hujan lebat yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan putusnya akses jalan di beberapa titik. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga besar Kemenag yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie, Jumat, 28 November 2025.
Tim yang dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenag, Azhari beserta Kabag Tata Usaha, Ahmad Yani, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah, Khairul Azhar dan Kabid Urusan Agama Islam, Mukhlis, melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah madrasah dan fasilitas keagamaan yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie pascabanjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh.
“Rencana ke MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 5 Pidie Jaya, tapi tidak bisa masuk karena lokasi masih dipenuhi air dan lumpur. Jalur terputus, sehingga harus berbalik arah,” ujar Azhari.
Pada kesempatan tersebut, Kanwil Kemenag Aceh turut menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa sembako kepada keluarga besar Kemenag yang terdampak di Pidie Jaya dan Pidie.
“Ini hanya bantuan tanggap darurat yang bisa kita akses. Insyaallah pada saat akses sudah lancar kita akan antar ke semua titik lokasi,” katanya.
Sejumlah fasilitas di bawah Kementerian Agama juga dilaporkan mengalami kerusakan. Data sementara, MIN 5 Pidie Jaya dan sebuah Raudhatul Athfal (RA) di Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, habis terbawa arus sungai Meureudu.
Sejumlah masjid juga dilaporkan hancur total. Di Samalanga, Bireuen, sebuah masjid terbawa arus banjir Krueng Batee Iliek. Di Simeulue, dua masjid juga hancur karena gempa.
Beberapa pesantren di Samalanga Bireuen, Langkahan Aceh Utara dan Ketambe Aceh Tenggara hancur total karena banjir bandang yang membawa material lumpur dari hulu sungai. Satu Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kantor Urusan Agama di Putri Betung, Gayo Lues, hilang setelah bangunan yang berada dekat aliran sungai hanyut terbawa arus.
Sementara itu, data dari daerah terparah terkena dampak banjir, seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Bener Meriah dan Aceh Tengah masih belum diketahui, karena jaringan komunikasi yang putus total.
Meskipun komunikasi ke beberapa wilayah di Aceh belum sepenuhnya normal, proses pendataan tetap dilakukan pada seluruh titik yang dapat dijangkau. Setidaknya beberapa jembatan di daerah Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Utara terputus, sehingga akses menuju wilayah tengah dan timur Aceh masih terisolasi.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari mengimbau seluruh jajaran Kemenag kabupaten/kota untuk meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah.
“Kami meminta agar seluruh madrasah, kantor KUA, pesantren, masjid, serta rumah ASN yang terdampak didata secara lengkap untuk kebutuhan tindak lanjut dan pemulihan,” ujarnya.
Azhari berharap kondisi cuaca dan akses jalan segera membaik sehingga penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara menyeluruh.[]












