HASA Jambi Gandeng FKPP Undang Ulama Kharismatik Aceh Gelar Pengajian Akbar TASTAFI, Ini Tema Pembahasannya

LENSAPOST.NET– Himpunan Alumni Santri Aceh (HASA) Jambi bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Merangin akan menggelar Pengajian Akbar TASTAFI yang menghadirkan ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muhammad Amin Daud, Ketua TASTAFI Pusat sekaligus Pimpinan Dayah Raudhatul Ma’arif Cot Trueng.

Pengajian akbar ini dijadwalkan berlangsung di dua lokasi berbeda. Pertama, pada Jum’at malam, 3 Oktober 2025, di Pondok Pesantren Darul Mu’alla Bangko, pimpinan Buya Hudri Umar, S.Pd.I. Selanjutnya, acara berlanjut pada Sabtu, 4 Oktober 2025, pukul 09.00–11.00 WIB di Pondok Pesantren Serambi Mekkah Al-Aziziyah, pimpinan Dr. Tgk. Riyandi Syafei, MA atau akrab disapa Abiya Riandi.

Bahas Judi Online dan Zakat Tambang

Tema pengajian kali ini dianggap sangat relevan dengan kondisi masyarakat kontemporer. Materi utama akan membahas judi online yang kian marak di era digital, serta zakat hasil tambang yang kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan umat.

Menurut Abiya Riandi, Ketua HASA Jambi, jum’at, (26/9/2025) kepada lensapost.net mengatakan kedua isu tersebut langsung menyentuh realitas umat. “Judi online adalah ancaman serius bagi generasi muda. Tidak hanya merusak akidah, tetapi juga menghancurkan keluarga dan ekonomi. Sementara zakat hasil tambang adalah persoalan fikih kontemporer yang harus dipahami agar umat dapat menunaikannya sesuai syariat,” ujarnya.

Pimpinan Ponpes Darul Mu’alla Bangko, Buya Hudri Umar, S.Pd.I, menyambut hangat kehadiran ulama besar Aceh di tanah rantau. “Kami merasa bangga dan bersyukur, karena pengajian ini bukan sekadar ceramah, tetapi juga media edukasi yang memberikan pemahaman praktis bagi santri dan masyarakat. Kehadiran Tgk. Amin Daud akan menambah wawasan kita dalam menyikapi fenomena modern sesuai hukum Islam,” ujarnya.

Ikhtiar Mencerdaskan Umat

Abiya Riandi menegaskan bahwa pengajian ini bukan forum seremonial semata, melainkan upaya nyata untuk mencerdaskan umat dalam bidang hukum Islam. “Kami berharap pengajian ini menjadi majelis ilmu yang khidmat sekaligus wadah silaturahmi. Di tanah rantau, umat sangat membutuhkan penguatan iman dan ilmu,” tambahnya.

Pengajian akbar TASTAFI diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Kehadiran ulama besar Aceh di Jambi diyakini menjadi magnet spiritual yang menyatukan santri, masyarakat, dan berbagai kalangan.

Abiya Riandi menutup dengan doa agar kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan. “Semoga Allah meridai majelis ini, memberi manfaat besar bagi masyarakat Jambi, dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkasnya.

Abiya menambahkan dengan semangat kebersamaan, pengajian akbar ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat syiar Islam di bumi Jambi, sekaligus menegaskan peran alumni pesantren Aceh dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai keilmuan dan moralitas umat di perantauan.[]