LENSAPOST.NET — Antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kian menuai sorotan.
Pasalnya, antrian yang terus mengular dinilai semakin berdampak buruk terhadap aktivitas warga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar SPBU.
Arwin (55), tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun di Desa Pantai Perak, Kecamatan Susoh, mengungkapkan bahwa kondisi antrian BBM di SPBU Pante Pirak saat ini sudah sangat mengganggu aktivitas warga setempat.
“Antrian ini patut dicurigai. Setiap hari selalu panjang, siang dan malam. Tidak ada salahnya jika masyarakat menduga ada sesuatu yang tidak wajar,” kata Arwin, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, antrian solar yang terjadi hampir selama 24 jam itu tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan dampak lain, seperti debu dan kerusakan badan jalan di sekitar lokasi SPBU.
“Berem jalan banyak yang berlubang akibat antrean kendaraan yang tidak ada habisnya. Namun pihak SPBU seolah tidak pernah hadir untuk mengambil tindakan apa pun, seperti dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Arwin juga mengaku telah menerima sejumlah aduan dari masyarakat, terutama pelaku UMKM, yang merasa dirugikan akibat kondisi tersebut.
Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya segera turun tangan untuk menertibkan antrian BBM yang semakin meresahkan warga.
“Kami mohon kehadiran pemerintah untuk menertibkan kondisi ini. Banyak hal yang menjadi pertanyaan kami sebagai warga, mulai dari dugaan praktik isi ulang BBM hingga antrean panjang puluhan mobil perusahaan tambang,” pungkasnya.












