LENSAPOST.NET – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mendesak Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengambil langkah tegas terhadap maraknya anjing liar yang berkeliaran di sejumlah gampong.
Dalam beberapa pekan terakhir, warga di Gampong Lamgugob, Pineung, Mulia, dan sejumlah gampong lainnya melaporkan peningkatan jumlah anjing liar yang dinilai mulai meresahkan dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Menanggapi keluhan tersebut, Tuanku Muhammad meminta Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh (DP2KP) segera melakukan penertiban secara terukur dan terkoordinasi.
“Saya harap DP2KP Kota Banda Aceh bisa segera menertibkan kawanan anjing liar yang mulai banyak berkeliaran di permukiman warga. Sudah banyak laporan masyarakat yang merasa dirugikan akibat lonjakan jumlah anjing liar ini,” ujar Tuanku.
Menurutnya, keluhan warga tidak hanya sebatas gangguan suara atau kehadiran hewan tersebut di lingkungan tempat tinggal. Beberapa laporan menyebutkan anjing liar memasuki halaman rumah, tempat ibadah, merusak peralatan rumah tangga, sandal, pakaian, hingga mengacak-acak sampah sebelum diangkut armada kebersihan.
Cegah Risiko Rabies
Selain aspek ketertiban dan kenyamanan, Tuanku juga menyoroti potensi risiko kesehatan masyarakat, khususnya ancaman rabies.
“DP2KP harus segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil langkah nyata seperti operasi tangkap, sterilisasi, vaksinasi, atau relokasi anjing liar guna menjaga ketertiban umum dan mencegah penyakit mematikan seperti rabies,” tegasnya.
Ia berharap langkah penanganan dilakukan secara cepat, profesional, dan memperhatikan aspek kesehatan masyarakat agar tidak sampai menimbulkan korban gigitan.
Momentum Ramadan
Menurut Tuanku, kondisi ini menjadi perhatian serius terutama di bulan suci Ramadan, di mana aktivitas warga cenderung berlangsung hingga larut malam.
Berkeliarannya anjing liar di jalanan dan sekitar permukiman dinilai berpotensi mengganggu ketenangan ibadah, serta menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang hendak berangkat maupun pulang dari masjid.
Ia pun meminta pemerintah kota tidak menunda penanganan dan segera merespons aspirasi masyarakat demi menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif selama Ramadan.













