EkobisNews

Program Coaching Clinic Dilaunching

BANDA ACEH – Pengembangan kewirausahaan bagi sebuah negara merupakan sebuah keniscayaan. Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia telah mencapai 3,1%, atau telah melewati angka “psikologis” pengembangan kewirausahaan sebesar 2% dari total penduduk.

Sebelumnya, jumlah wirausaha di Indonesia masih berkisar di angka 1,67%. Namun demikian, jumlah ini masih cukup tertinggal bila dibandingkan dengan negara maju. Sebagai perbandingan, Singapura, Malaysia dan Thailand telah memiliki persentase wirausaha masing-masing sebesar 7%, 6%, dan 5%. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, tentunya diperlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan kewirausahaan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyelenggarakan program “Coaching Clinic” bagi para wirausaha muda. Program tersebut diikuti oleh 30 orang peserta yang terpilih melalui seleksi tulis.

Rata-rata peserta merupakan wirausaha muda yang masih memulai bisnisnya kurang dari 1 (satu) tahun, dengan usia di bawah 25 tahun. “Program coaching clinic ini kami fokuskan pada pengembangan wirausaha muda di Aceh. Selama ini cukup banyak program yang diberikan bagi mereka yang telah memiliki bisnis yang settle, namun masih sedikit yang menaruh perhatian pada mereka yang baru saja memulai bisnisnya,” ujar Sunarso, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI Provinsi Aceh, dalam pembukaan acara dimaksud.

Sunarso menyampaikan, program coaching clinic akan dilaksanakan dengan 3 (tiga) tahap, yaitu basic, intermediate, dan advance. Titik fokus pengembangan program coaching clinic diarahkan pada 5 (lima) hal, yaitu peningkatan kemampuan entrepreneurship, pengelolaan keuangan, penguatan strategi sales & marketing, dan pengembangan jejaring.

“Pada hari ini, para peserta akan memperoleh 4 sesi materi dari para coach, diantaranya konsep dan praktek entrepreneurship, pengenalan konsep collaborative entrepreneurship, urgensi laporan keuangan bagi UMKM, pengenalan ekosistem dan lingkungan bisnis di Indonesia, kemudian ditutup dengan sharing session dari praktisi,” tambah Sunarso.

Selain dapat memperkuat kelimuan para peserta dalam mengelola bisnisnya serta mengembangkan kemampuan entrepreneurship yang lebih baik, penyelenggaraan coaching clinic diharapkan dapat menjadi wadah untuk melakukan dialog guna mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM dan memberikan peluang kepada UMKM untuk saling bekerjasama, terutama dalam konteks penjualan dan pemasaran yang berorientasi ekspor.

Leave a Response