EkobisNews

Distanbun  Aceh Memacu Replanting Sawit

BANDA ACEH – Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus memacu agar program replanting (peremajaan) sawit di Provinsi Aceh seluas 12.258 ha dapat terwujud pada tahun ini pada 7 (tujuh) Kabupaten.

Ketujuh kabupaten tersebut meliputi  Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Singkil, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

“Sisa waktu sekitar 3 (tiga) bulan lagi harus dimanfaatkan dengan baik,” demikian dikatakan Azanuddin Kurnia sebagai Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan sebagai Koordinator Peremajaan Sawit Aceh ketika ditanya media ini via telpon yang masih berada di lapangan, Jumat (5/10/2018).

Menurut Azanuddin, Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi replanting pada tingkat Kabupaten.

” Insya Allah sosialisasi yang sudah dilakukan adalah di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Dan baru selesai tanggal 3 dan 4 Oktober ini di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Singkil. Insya Allah berikutnya akan menusul Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Jaya,” ujarnya.

Ketika ditanya sudah berapa hektar pengajuan dari masyarakat, Azan mengatakan bahwa yang baru masuk ke Distanbun Aceh baru 1507 ha dengan rincian dari Kabupaten Aceh Barat seluas 500 ha (yang lulus verifikasi dan sudah keluar Rekomendasi Teknis seluas 142 ha), Nagan Raya seluas 500 ha, Aceh Tamiang 250 ha dan Aceh Jaya 257 ha. Untuk Kabupaten Nagan Raya, Aceh Tamiang dan Aceh Jaya masih diperlukan kelengkapan berkas sesuai dengan Perdirjenbun Nomor 29 Tahun 2017 dan perubahannya.

Azan berharap bahwa Tahun ini minimal dapat diajukan semua berkas – berkas kelengkapan agar dapat dilaksanakan pada Tahun 2019 apabila tahun 2018 ini tidak mampu dilaksanakan fisiknya.

“Minimal kita upayakan target dapat keluar rekomendasi teknisnya dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tahun ini. Insya Allah dengan kerjasama yang baik dan sama – sama bekerja,”  sebutnya dengan nada yakin hal tersebut dapat terwujud.

Azan menambahkan bahwa, khusus untuk Aceh akan dilakukan dilakukan penambahan kegiatan dengan membuat gula merah dari batang sawit yang sudah ditebang, melakukan pembuatan kompos dari batang yang sudah dicincang dan limbah sawit lainnya, mengikutsertakan dalam program Pajale (padi – jagung – kedelai), dan yang terakhir diikutsertakan dalam program ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) atau Pembangunan sawit berkelanjutan.

“Insya Allah pada tahun ini kita juga akan melakukan pelatihan pembuatan gula merah dari batang sawit di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang bekerjasama dengan Bidang Penyuluhan dan Sumberdaya Manusia Distanbun Aceh,” demikian Azanuddin. (*)

Leave a Response