EkobisNews

Cara Pemko dan BI Tekan Inflasi

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh dan Bank Indonesia berkolaborasi merancang program Urban Farming. Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan halamannya menanam tanaman produktif.

“Kita dorong warga menanam cabai di halaman atau lahan kosong. Kita sudah berikan 30 ribu bibit cabai untuk 3000 KK di sembilan kecamatan di Banda Aceh,” ujar Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis usai menandatangani nota kesepahaman antara BI Perwakilan Aceh dengan Pemko Banda Aceh dan Seremonial Urban Farming Cabai, Selasa (30/10/2018) di halaman Kantor Camat Ulee Kareng.

Kata Zainal Arifin, program ini dalam rangka menekan angka inflasi. Sebab, lanjutnya, cabai merupakan salah-satu komoditi penyumbang inflasi terbesar di Aceh dan Banda Aceh.

“Karenanya kita dorong masyarakat memanfaatkan halaman dan lahan kosong untuk menanam cabai. Minimal untuk konsumsi sendiri. Jadi tidak perlu lagi mendatangkan cabai dari luar,” kata Zainal Arifin Lubis.

Selain memberikan bibit cabai dan pupuk, BI juga mendampingi warga dan memberikan bimbingan cara menanam cabai yang baik dan benar.

“Kita juga turunkan mahasiswa yang dibina BI ke lapangan. Mereka bekerjasama dengan para Camat dan para Keuchik memberi bimbingan kepada warga,” tambah Zainal Arifin.

Pihak BI sendiri sangat optimis program ini akan berhasil, karena ada beberapa masyarakat yang sudah menikmati hasil dari program Urban Farming Cabai ini. Pada seremonial yang dilakukan di halaman Kantor Camat Ulee Kareng, turut ditampilkan testimoni dari sejumlah warga yang telah merasakan kesuksesan program ini.

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM merupakan sosok yang sangat berbahagia terselenggaranya program urban farming. Wali Kota yang merupakan seorang ekonom menyambut baik dan sangat mengapresiasi pihak BI.

Aminullah menilai program ini bukan hanya sebatas menurunkan inflasi saja, tapi lebih dari itu mampu meningkatkan perekonomian di Banda Aceh.

“Dengan menanam cabai, alokasi uang belanja bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti untuk biaya sekolah anak-anak,” kata Aminullah.

Dalam kesempatan ini, Aminullah juga meminta BI berkontribusi pada bidang bidang yang lain yang bermuara pda peningkatan ekonomi. Karena menurut Wali Kota, Banda Aceh masih memiliki PR karena angka pengangguran dan kemiskinan masih diatas 7%.

“Memang angka kemiskinan dan pengangguran sudah menurun. Sekarang pengangguran 7,40 % dan kemiskinan di angka 7,75 %. Tapi kita ingin menurunkan lagi, karenanya kita mita BI terus bersama-sama. Perbankan juga harus ikut karena peran Perbankan sangat besar disini,” ujar Aminullah yang juga mantan Dirut Bank Aceh ini.

Kepada para Camat dan Keuchik, Wali Kota meminta mereka bekerja keras menyukseskan program Urban Farming, karena program ini dinilai sebagai sebuah langkah nyata dalam menekan inflasi.

Leave a Response