EkobisHeadline

BI Launching Kartu GPN

BANDA ACEH – Bank Indonesia resmi meluncurkan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Kartu ini diluncurkan oleh Asisten III Setdaprov Aceh, Minggu (21/10/2018) di lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Peluncuran kartu GPN ini ditandai dengan pemukulan Rapa’i oleh Wali Kota Banda Aceh, Kepala Perwakilan BI Aceh, Asisten III Setdaprov dan anggota Forkopimda Banda Aceh di atas panggung utama.

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM yang ikut menyampaikan sambutan pada peluncuran GPN ini menyampaikan apresiasi. Menurutnya adanya kartu ini akan memberi kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi.

“Dengan diluncurkannya kartu GPN ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi konsumen, perbankan, maupun bagi kepentingan nasional. Kehadiran GPN akan memberikan kenyamanan, fleksibilitas dan efisiensi transaksi serta perlindungan konsumen lebih optimal,” kata Aminullah.

Lanjutnya, Hadirnya kartu GPN merupakan terobosan untuk menghapus sekat-sekat yang selama ini diciptakan melalui peraturan dari masing-masing bank, di mana untuk mengakses kebutuhan perbankan maupun transaksi hanya bisa dilakukan pada bank yang sama.

“karenanya, sekali lagi Kami mengapresiasi Bank Indonesia selaku bank sentral yang menjadi regulator sistem pembayaran, yang telah meluncurkan program ini. Kami selaku pemerintah kota berharap, dengan suksesnya GPN, akan mendorong peningkatan transaksi non tunai masyarakat tanpa menghambat laju inovasi,” harap Wali Kota yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota ikut menghimbau warga kota dan masyarakat Aceh agar ikut mensukseskan program ini. Menurutnya, dengan program ini, masyarakat selain mendapatkan kemudahan juga dapat menghemat biaya dalam bertransaksi.

Kepada pihak BI dan Perbankan, Aminullah juga meminta agar program ini terus disosialisasikan agar masyarakat lebih banyak mengetahui kelebihan dan keuntungan-keuntungan yang didapatkan dari kartu GPN.

“Masyarakat juga perlu mengetahui apa saja keuntungan-keuntungan yang didapatkan dari kartu ini, dan juga bagaimana cara mendapatkan kartu GPN ini,” ujar Aminullah yang juga mantan Dirut Bank Aceh.

Aminullah juga meminta pihak Perbankan terus membuat program-program yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat, terutama untuk masyarakat Kota Banda Aceh.

“Karena sampai hari ini masih banyak angka kemiskinan. Kita berharap kepada Perbankan bisa terus berkontribusi dengan program yang konkrit dan menjanjikan,” tutup Aminullah.

Sementara kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis menyebutkan System  pembayaran ritel di Indonesia saat ini masih relatif kompleks dan terfragmentasi akibat belum optimalnya interkoneksi dan interoperabilitas.

Interkoneksi adalah keterhubungan antara jaringan sistem yang satu dengan sistem yang lainnya,sedangkan interoperabilitas adalah kondisi di mana instrumen pembayaran dapat digunakan pada infrastruktur lain selain di infrastruktur penerbit instrumen pembayaran yang bersangkutan.

Disamping itu, persoalan pemoresan data transaksi domestik yang masih dilakukan di luar negeri menyebabkan isu keamanan data dan efisiensi biaya menjadi perhatian bersama.

“Indonesia memerlukan infrastruktur pembayaran nasional yang aman, efisien dan andal,” sebut Zainal.

Oleh sebab itu, kata Kepala BI Perwakilan Aceh ini, bahwa sebagai solusi dari kebutuhan yang dimaksud Bank Indonesia adalah menyusun suatu kebijakan.

“Yang  disebut dengan gerbang pembayaran nasional atau disingkat menjadi GPN,” pungkasnya.(*)

 

Leave a Response