DaerahHeadlineNews

Bantu Firly Sembuh, Anak Ojek Online yang Lumpuh Kakinya

IST

LENSAPOST.NET – Hati ayah dan ibu mana yang tidak tersayat melihat putrinya berjuang menahan sakit hingga menangis. Begitulah perasaan yang dirasakan Zainal Abidin (30) dan Ega Feliza Rizki (26) melihat putri mereka, Firlyna Zailin (7), menahan sakit menjalani terapi kakinya yang lumpuh.

Pada usianya 17 bulan, Firly mengidap cerebal palsy, gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak. Gangguan tersebut membuat kaki Firly menekuk serta kesakitan bila diluruskan. Akibatnya, Firlyberjalan dengan cara merangkak. Sedangkan saat tidur ia masih harus menekuk kakinya agar tidak kesakitan.

Sejak usia 17 bulan itu pula, Firly menjalani terapi sampai operasi pemasangan pen gibs. Tak jarang ia menangis kesakitan selama menjalani proses itu. Di hadapan putrinya, Zailin dan Ega mencoba terlihat tegar.

Rumah Firly terletak di Jalan SM Raja Lorong Tgk Dilepeu Dusun Tgk Dileu, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh. Lahir pada 6 Februari 2012, di tengah keterbatasannya, Firly bertekad tumbuh menjadi anak mandiri. Bila ada tugas di sekolah, ia yang kini di bangku kelas 1 SD Negeri 25 Banda Aceh berusaha mengumpulkan sendiri ke meja gurunya.

Akhir Maret lalu, anak pertama dari dua bersaudara ini ditemani keluarganya mengunjungi Kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh di Gampong Keuramat, Banda Aceh, Aceh. Zainal yang berprofesi sebagai driver ojek online ini menceritakan bahwa sejak 2012 hingga 2019 Firly menjalani pengobatan terapi di  Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Kakinya diolesi obat mirip lotion, kemudian dipijat, dan Firly diberdirikan di tempat terapi.

Tahun 2017 hingga 2018, ia menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta berdasarkan rujukan dari RSUDZA. Mereka menghemat uang sebisa mungkin. Biaya transportasi sangat besar untuk keluarga berjumlah empat orang itu. Menuruti permintaan anaknya yang bungsu makan bakwan saja terasa berat. Pernah juga saat mereka membeli nasi goreng yang rupanya sudah basi. Mereka tetap memakannya demi mengganjal perut lapar. Belum lagi mereka pernah salah terminal di mana banyak para premannya.

“Penyakit yang dititipkan oleh Allah untuk anak kami adalah anugerah. Jika tidak begini, mungkin kami tidak akan pernah menginjakkan kaki di Jakarta,” ucap Zainal.

Selama ini biaya pengobatan Firly ditanggung BPJS Kesehatan. Tapi biaya membeli alat bantu gerak dan beberapa jenis obat tidak ditanggung. Mereka juga sudah membuat instagram untuk menjaring donasi dari para dermawan. Konten-kontennya berisi rangkaian foto perjalanan perjuangan mereka. Caption foto-fotonya berisi pesan penyemangat bagi putrinya.

Zainal dan Ega terus menerus mencari informasi penyembuhan penyakit anak mereka. Firly pun pernah dibawa ke tempat pengobatan tradisional. Hasilnya juga nihil. Mereka juga kerap mengajak Firly ke pantai. Kaki Firly dibenamkan dengan pasir. Di rumah, Firly diterapi dengan alat penyanggal lutut untuk meluruskan kakinya. Meskipun berat mendengar keluhan sakit dari putrinya, Zainal dan Ega mencoba tetap menyemangati.

Usai mempertimbangkan berbagai hal, Zainal dan  Ega berikhtiar membawa Firly berobat ke Penang, Malaysia. Mereka berharap bisa memeroleh pengobatan lebih baik di sana.

Mereka pernah menerima santunan maupun kursi roda dari beberapa pihak. Sayangnya jumlahnya belum mencukupi kebutuhan. Ega yang dulunya hanya seorang ibu rumah tangga, kini mulai berjualan mie demi menutupi kebutuhan biaya pengobatan anaknya.

Sebab itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh mengajak seluruh pihak membantu Zainal dan istrinya mengobati putri kecil mereka. Bagi yang ingin medonasikan bantuan dapat melalui Kitabisa di link https://www.kitabisa.com/bantufirlysembuh, atau ke rekening Bank Aceh Syariah 010 0193 000 9205 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Bisa juga dengan menghubungi ACT Aceh di nomor 082283269008 atau diantarkan langsung ke Kantor ACT Aceh.

 

Leave a Response